BERITA

Kuliah Lapangan Geologi Umum: Mengenal Lebih Dekat Tebing Breksi dan Lava Bantal


21 Dec 2017

Daerah Istimewa Yogyakarta,sebuah provinsi dengan predikat kota pendidikan yang syarat akan lokasi wisata. Mulai dari utara ke selatan, timur ke barat terdapat banyak lokasi yang dikelola sebagai kawasan wisata. Maka tak heran jika jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta pada tahun 2016 lalu mencapai angka 21 juta orang (berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pariwisata DIY, Don Charles, yang dimuat dalam Harian Jogja  http://www.harianjogja.com/baca/2017/01/05/pariwisata-kunjungan-wisatawan-diy-tembus-21-juta-781747 ).
Dua lokasi wisata di Yogyakarta yang beberapa tahun terakhir ini menjadi magnet bagi para wisatawan adalah Tebing Breksi dan Lava Bantal. Bagi sebagian orang, ketika mendengar atau membaca kedua nama tersebut yang terpikirkan adalah indahnya panorama, kamera, selfie, dan tongsis (tongkat narsis), bahkan media sosial mana yang akan digunakan untuk pamer hasil jepretan foto pun sudah ditentukan. Namun tidak demikan dengan mahasiswa/i Prodi Geografi Universitas Amikom Yogyakarta. Berbekal GPS receiver,kompas geologi, peta geologi, palu geologi, komparator batuan, dan ceklist, sekitar tiga puluhan mahasiswa/i didampingi beberapa dosen mengadakan kegiatan kuliah lapangan di kedua lokasi wisata tersebut. Bagi mahasiswa/i prodi Geografi, kuliah lapangan merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang berfungsi sebagai pembanding tentang apa yang telah mereka dapatkan pada kelas teori.

Lokasi Pertama : Taman Wisata Tebing Breksi, Sambirejo, Sleman

Kuliah lapangan yang dilaksanakan pada Hari Rabu (20 Desember 2017) merupakan bagian pembelajaran dari mata kuliah Geologi Umum yang diampu oleh Fitria Nucifera, S.Si., M.Sc. Lokasi pertama yang dikunjungi rombongan adalah Taman Wisata Tebing Breksi. Lokasi wisata tersebut secara administratif terletak di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Fenomena singkapan batuan pada lokasi bekas pertambangan tersebut secara geologi menjadi jawaban tentang apa yang terjadi di Pulau Jawa dalam rentang waktu 30 an juta tahun yang lalu. Endapan material tuf dari hasil aktivitas vulkanik gunungapi purba membentuk lapisan batuan sedimen dengan perkiraan ketebalan vertikal lebih dari 50 meter. Sehingga dapat dibayangkan betapa dahsyatnya letusan gunungapi pada saat itu. Pengamatan lapangan dilakukan untuk mengetahui data- data yang bersifat kualitatif, seperti jenis material penyusun lapisan batuan yang diketahui dengan cara membandingkan sampel dengan komparator mineral, hasil aktivitas struktural yang terdapat pada lapisan batuan juga dapat diidentifikasi secara visual, misalnya keberadaan kekar (retakan vertikal yang belum mengalami pergeseran) pada beberapa titik di tebing tersebut. Selain pengamatan secara visual, dilakukan pula pengukuran untuk memperoleh data- data yang bersifat kuantitatif. Pengukuran jurus (strike) dan dip (kemiringan) menggunakan kompas geologi dilakukan untuk mengetahui prediksi arah sumber pengendapan dan kemiringan lapisan batuan.

Lokasi Kedua : Lava Bantal, Kalitirto, Sleman

Lokasi kedua yang menjadi tujuan rombongan adalah Lava Bantal. Secara administratif, lokasi wisata yang termasuk dalam geoheritage ini terletak di Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. Seperti halnya lapisan batuan sedimen (tuf) yang terdapat di Taman Wisata Tebing Breksi, lava bantal yang terdapat di sisi kanan Sungai Opak juga merupakan hasil aktivitas vulkanik gunungapi purba. Keberdaan gunungapi purba di bawah permukaan laut menyebabkan hasil erupsi langsung mengalami kontak dengan air. Proses pembekuan lava terjadi sangat cepat sehingga menghasilkan batuan beku yang menyerupai bantal. Tingkat kekerasan batuan beku di kawasan wisata Lava Bantal ini lebih keras jika dibandingkan dengan batuan sedimen yang berada di Taman Wisata Tebing Breksi.
Melalui kegiatan kuliah lapangan  tersebut diharapkan para mahasiswa/i semakin memahami bidang kajian ilmu geografi. Terdapat lima bidang kajian, yaitu atmosfer, hidrosfer, litosfer, antroposfer, dan biosfer. Mata kuliah Geologi Umum termasuk dalam mata kuliah yang membahas bidang kajian litosfer.