BERITA

Pelatihan Sistem Informasi Geografis untuk SMK Negeri 2 Maros, Sulawesi Selatan


2021-06-28

Program studi Geografi bekerjasam dengan SMK Negeri 2 Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, melalui kegiatan pelatihan Sistem Infomasi Geografis (SIG) bagi siswa jurusan Kehutanan. Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pemahaman kepada siswa terkait penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari, pada tanggal 10 - 12 Juni 2021, dengan dosen-dosen Prodi Geografi sebagai pematerinya, meliputi Fitria Nucifera, S.Si, M.Sc., Afrinia Lisditya P, S.Si., M.Sc., Sadewa Purba Sejati, S.Si, M.Sc., Fitria Nuraini Sekarsih, S.Si, M.Sc. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kaprodi Geografi, diikuti sambutan oleh perwakilan guru SMK N 2 Maros, kemudian dilanjutkan ke acara inti, yaitu penyampaian materi serta praktek.

Keempat dosen tersebut memberikan materi dasar mengenai SIG dan aplikasinya untuk bidang kehutanan. Keilmuan Geografi dengan Kehutanan memiliki irisan lingkup kajian, yaitu penggunaan sistem informasi berbasis penginderaan jauh yang dimanfaatkan untuk pengelolaan lingkungan, salah satunya lingkungan hutan. Selain diberikan materi teori, seperti pengenalan SIG, aplikasi SIG untuk kehutanan, dan kebencanaan dalam bidang kehutanan, siswa berkesempatan mempraktekkan langsung penggunaan SIG untuk pembuatan peta. Dengan dibimbing oleh 2 asisten, yang merupakan alumni Prodi Geografi Universitas Amikom Yogyakarta, yaitu Cornelius Deni Wijaya Putra, S.Geo. dan Panji, S.Geo, siswa praktek membuat peta arahan penggunaan lahan menggunakan perangkat lunak ArcGIS online.

maros

Meskipun kegiatan dilakukan secara daring karena masih dalam masa pandemi, dan terjadi beberapa kendala utama selama kegiatan pelatihan, seperti masalah koneksi jaringan internet dan perangkat keras (hardware) yang digunakan oleh peserta, siswa SMK Negeri 2 Maros tetap menunjukkan antusiasme dengan mengikuti kegiatan sesuai dengan arahan. Hal tersebut terlihat dari ketepatan waktu siswa mengumpulkan hasil praktek untuk dinilai oleh dosen, serta konsistensi jumlah kehadiran peserta dari awal hingga akhir pelatihan.