Integrasi Kewirausahaan Geospasial melalui Pembelajaran Lapangan di Desa Wisata Nglanggeran
Program Studi Geografi Universitas Amikom Yogyakarta memiliki komitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan teknis di bidang geospasial, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang mampu menjawab tantangan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan mata kuliah Kewirausahaan yang dirancang secara khusus untuk mengintegrasikan konsep bisnis, inovasi, dan pemanfaatan teknologi geospasial dalam berbagai sektor pembangunan. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa dibekali dengan pengetahuan mengenai identifikasi peluang usaha, penyusunan model bisnis, pengembangan produk dan jasa berbasis informasi geospasial, hingga penerapan prinsip kewirausahaan yang berorientasi pada keberlanjutan. Pembelajaran tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas, tetapi juga diperkaya melalui pengalaman belajar langsung di lapangan agar mahasiswa mampu menghubungkan teori dengan praktik nyata. Salah satu bentuk implementasi pembelajaran tersebut dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2025 melalui kegiatan field learning di Desa Wisata Nglanggeran, yang berada di kawasan Geopark Gunung Sewu. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, mengingat Program Studi Geografi Universitas Amikom Yogyakarta telah menjalin kerja sama resmi dengan pengelola Desa Wisata Nglanggeran melalui nota kesepahaman (MoU), sehingga kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan berbagai pihak. Desa Wisata Nglanggeran sendiri merupakan salah satu destinasi geowisata unggulan di Indonesia yang berhasil memperoleh pengakuan internasional sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia oleh organisasi pariwisata dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu UN Tourism (sebelumnya dikenal sebagai UNWTO). Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa Nglanggeran telah berhasil mengembangkan potensi geologi, budaya, dan masyarakat lokal menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan, inklusif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kondisi tersebut menjadikan Nglanggeran sebagai laboratorium pembelajaran yang sangat relevan bagi mahasiswa Geografi dalam memahami keterkaitan antara potensi sumber daya alam, teknologi geospasial, pengelolaan destinasi, dan pengembangan kewirausahaan berbasis wilayah.
Selama kegiatan pembelajaran di lapangan, mahasiswa diarahkan untuk mempelajari konsep kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) dalam konteks pengembangan geowisata. Fokus utama pembelajaran adalah memahami bagaimana potensi bentang alam, warisan geologi, budaya lokal, serta partisipasi masyarakat dapat dikelola menjadi usaha yang tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat kapasitas sosial masyarakat. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung berbagai bentuk inovasi yang telah diterapkan oleh masyarakat Desa Wisata Nglanggeran, mulai dari pengelolaan destinasi wisata, pengembangan produk ekonomi kreatif, pemberdayaan kelompok masyarakat, hingga strategi pemasaran berbasis identitas kawasan geopark. Pengalaman belajar semakin bermakna melalui kunjungan ke kediaman Sugeng Handoko, tokoh yang dikenal sebagai penggagas sekaligus penggerak utama pengembangan Desa Wisata Nglanggeran. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memperoleh inspirasi mengenai proses transformasi desa dari kawasan dengan keterbatasan ekonomi menjadi destinasi wisata berkelas dunia melalui kepemimpinan, inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai pengalaman yang dibagikan memberikan pemahaman bahwa keberhasilan suatu usaha tidak hanya ditentukan oleh modal finansial, tetapi juga oleh kemampuan membangun jejaring, membaca potensi wilayah, memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan, serta melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Kegiatan ini memperkuat capaian pembelajaran mata kuliah Kewirausahaan karena mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep bisnis secara teoritis, tetapi juga menyaksikan implementasi nyata kewirausahaan sosial berbasis geowisata yang didukung oleh pendekatan geografi. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran lapangan di Desa Wisata Nglanggeran menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepedulian sosial, kemampuan berpikir inovatif, serta kompetensi mahasiswa dalam mengembangkan peluang usaha berbasis geospasial yang berorientasi pada pembangunan wilayah yang berkelanjutan.